Jum, 040725: Ketupat Sayur Pak Tamim

Beberapa pagi ini Abah selalu ke rumah sakit, menengok Dede yang masih dirawat setelah operasi biopsi.

Untuk urusan sarapan pagi, ada beberapa pedagang makanan di seberang rumah sakit. Tempo hari Abah sarapan bubur ayam di Bubur Ayam Betha, pagi ini Abah ingin mencoba ketupat sayur.

Di seberang rumah sakit rupanya ada pedagang ketupat sayur yang legend, inilah tempat mangkalnya dan banner-nya,

Tertulis pada banner, "Kupat Sayur Pak Tamim" ditambah tulisan dibawahnya "sejak 1970". Wow...sudah lama rupanya pedagang kupat sayur itu mangkal dan berdagang disana. 

Oh iya, untuk teman-teman yang tak paham apa itu "kupat", Abah jelaskan sedikit.

"Kupat" adalah bahasa Sunda, bahasa Indonesia-nya "ketupat". Dalam adat Sunda, ketupat tak hanya merupakan makanan, tapi ia mengandung makna. Kata "kupat" akronim dari "ngaKU lePAT" artinya dalam bahasa Indonesia "mengakui kesalahan". Tak salah kalau ketupat itu semacam makanan "wajib" pada Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, saat masing-masing kita saling mengakui kesalahan dan saling memaafkan.

Abah memesan ketupat sayur, dan memperhatikan si ibu pedagang menyiapkan pesanan ke dalam mangkuk. 

Pertama-tama, ketupat diiris kecil-kecil dan dimasukan kedalam mangkuk. Kemudian dituangkan kuah secukupnya, dengan didalam kuah tersebut terdapat irisan labuh. Kemudian diberi kecap manis, dan ditaburkan bawang goreng. Terakhir dituangkan kerupuk kecil berwarna kuning diatasnya.

Inilah ketupat sayur yang siap untuk disantap,

Pagi-pagi sarapan ketupat sayur, sungguh tak mengecewakan. Memang beda rasa ketupat sayur Pak Tamim ini dibanding ketupat sayur lainnya yang pernah Abah coba. Pantas saja Pak Tamim cukup terkenal mengingat ia berdagang ketupat sayur sejak tahun 1970.

Teman-teman, selamat ber-hari Jum'at. Semoga berkah.

==( )==

Komentar

  1. Balasan
    1. Sedap sekali Mbak sebagai menu sarapan pagi.

      Salam,

      Hapus
    2. blog yang titik asa itu kemana ya, apa tidak terawat lagi?

      Hapus
    3. Iya Mas sementara main disini dulu saja.

      Salam,

      Hapus
  2. Ketupat sayur Pak Tamim sejak 1970, wah lama betul, semestinya sedap, bertahan sungguh lama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak bertahan cukup lama. Saat ini yang melanjutkan usahanya adalah anaknya Pak Tamim.

      Salam,

      Hapus
  3. sedapnya ketupat tu.. terasa lapar pula.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah Mbak... Jadi sarapan pagi apa disana Mbak?

      Salam,

      Hapus
  4. ketupat di sana ternyata bisa dimakan pd hari biasa2 aje. Ngak perlu tunggu Lebaran gitu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Pak Kie ketupat tersedia setiap hari. Berbagai jenis makanan banyak yang menu dasarnya dengan ketupat ini.

      Salam,

      Hapus
  5. Oh, ketupat. Mirip seperti hidangan lontong seperti di Malaysia. Nasi impit yang ada kuah lemak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah Mbak saya jadi penasaran nih apakah nasi impit itu?

      Salam,

      Hapus
  6. Semoga Dede cepat sembuh.
    Kalau di tempat Abah ada ketupat sayur, ditempat kami ada lontong @ nasi himpit kuah lodeh. Ditambah dengan serondeng kelapa dan juga sambal tumis samada sotong kembang, ikan bilis, udang atau juga sambal kacang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sampai penasaran dengan nasi himpit Itu Mbak. Setelah googling, oh baru tahu demikian rupanya nasi himpit itu.
      Sayang disini belum ada yang dagang nasi himpit, jadi tak bisa merasakan bagaimana rasanya.

      Salam,

      Hapus
  7. Sungguh luar biasa
    Bisa selama itu ya
    Saya pecinta ketupat. kapan bisa mampir ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salut juga Mas bisa bertahan berdagang ketupat sayur demikian lama.
      Mampir kemari kalau kapan-kapan ke Sukabumi.

      Salam,

      Hapus
  8. Kedai lejen mesti sedap rasanya. Lagi sedap ketupatnya asli dengan daun kelapa tu. Patutlah dapat bertahan sehingga kini. Sebab sedap dan digemari ramai.
    Semoga dede segera sembuh dan kembali pulang ke rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak, asli ketupat dengan bungkusnya daun kelapa.

      Terima kasih do'anya untuk Dede.

      Salam,

      Hapus
  9. Kedai legend itu pak, pasti enak rasanya. Kuahnya pake kuah sup biasa ya pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Mbak, sejak 1970.
      Kuah nya kuah santan dengan irisan labu.

      Salam,

      Hapus
  10. Arwah kakek sama nenek memang selalu panggil kupat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh begitu Mbak.
      Kupat itu bahasa Sunda, apakah arwah kakek dan nenek ada keturunan Sunda ya?

      Salam,

      Hapus
  11. nama menu yang terpapar pada banner tu, ketupat apa ya mas? nampak sedaplah pulaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, tertulis "kupat", itu maksudnya "ketupat" kalau dalam bahasa Indonesia.

      Salam,

      Hapus
  12. Kalau tengok dari gambar banner, kupat tu seperti lontong kalau di sini. Ingredient utamanya beras yang dimasak dalam daun pisang jadi hasilnya kupat tu berwarna hijau. Namun di atas meja pedagang menggunakan ketupat daun kelapa. Pasti sedap kupat di situ sebab boleh bertahan sampai 55 tahun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak seperti lontong, karena bahan dasarnya sama. Hanya kalau ketupat dalam daun kelapa.
      Saya salut juga sampai bertahan sekian tahun berdagang ketupat disana.

      Salam,

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah singgah dan membaca tulisan Abah.
Sila tinggalkan komentar sahabat disini. Cepat atau lambat Abah akan membalasnya dan berkunjung ke blog sahabat.
Salam Blogger dan Salam Persahabatan selalu...